{"id":949,"date":"2026-06-30T10:18:07","date_gmt":"2026-06-30T10:18:07","guid":{"rendered":"https:\/\/ayamgeprekmaryam.id\/blog\/?p=949"},"modified":"2026-06-30T10:18:07","modified_gmt":"2026-06-30T10:18:07","slug":"resep-kue-tradisional-kreasi-kue-dari-tepung-ketan-yang-dikukus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ayamgeprekmaryam.id\/blog\/resep-kue-tradisional-kreasi-kue-dari-tepung-ketan-yang-dikukus\/","title":{"rendered":"Resep Kue Tradisional: Kreasi Kue dari Tepung Ketan yang Dikukus"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Kue Tradisional: Kreasi Kue dari Tepung Ketan yang Dikukus<\/h1>\n<p>Kue tradisional Indonesia memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya tetap eksis meskipun banyaknya pilihan dessert internasional yang hadir. Salah satu bahan baku yang sering digunakan dalam pembuatan kue tradisional adalah tepung ketan. Tepung ketan dikenal sebagai tepung yang lengket dan kenyal, sangat cocok untuk kreasi kue kukus yang legit. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa resep kue tradisional berbahan dasar tepung ketan yang dikukus. Mari kita mulai!<\/p>\n<h2>Manfaat dan Keunikan Tepung Ketan<\/h2>\n<p>Sebelum masuk ke resep, penting untuk memahami mengapa tepung ketan sering digunakan dalam kue tradisional. Tepung ketan berasal dari beras ketan yang dikenal dengan teksturnya yang lengket dan elastis. Berikut adalah beberapa manfaat dan keunikan dari tepung ketan:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Tekstur Kenyal<\/strong>: Memberikan tekstur kenyal yang unik pada kue.<\/li>\n<li><strong>Rasa Lezat<\/strong>: Memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan tepung beras biasa sehingga meningkatkan cita rasa kue.<\/li>\n<li><strong>Memuaskan<\/strong>: Kaya akan karbohidrat, membuat kue tradisional berbahan dasar tepung ketan lebih mengenyangkan.<\/li>\n<li><strong>Bebas Gluten<\/strong>: Cocok untuk mereka yang menghindari gluten dalam diet mereka.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Resep Kue Tradisional dari Tepung Ketan<\/h2>\n<p>Berikut adalah beberapa resep kue tradisional yang dapat Anda coba di rumah menggunakan tepung ketan yang dikukus:<\/p>\n<h3>1. Kue Lapis Ketan Kukus<\/h3>\n<p><strong>Bahan-bahan:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>250 gram tepung ketan<\/li>\n<li>200 ml santan kental<\/li>\n<li>200 gram gula pasir<\/li>\n<li>300 ml air pandan (atau pewarna makanan hijau)<\/li>\n<li>Garam secukupnya<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Cara Membuat:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Campur tepung ketan, gula pasir, dan garam dalam wadah besar.<\/li>\n<li>Tambahkan santan dan air pandan perlahan sambil diaduk hingga adonan halus dan tidak menggumpal.<\/li>\n<li>Siapkan loyang, olesi dengan minyak agar kue tidak lengket.<\/li>\n<li>Tuang lapisan pertama adonan, kukus selama 10 menit.<\/li>\n<li>Tuang lapisan kedua, terus ulangi hingga semua adonan habis.<\/li>\n<li>Kukus terakhir selama 30 menit hingga matang.<\/li>\n<li>Dinginkan sebelum diiris dan disajikan.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>2. Klepon Ketan<\/h3>\n<p><strong>Bahan-bahan:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>250 gram tepung ketan<\/li>\n<li>200 ml air daun pandan atau pewarna hijau<\/li>\n<li>150 gram kelapa parut kasar<\/li>\n<li>Gula merah secukupnya, serut halus<\/li>\n<li>Garam secukupnya<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Cara Membuat:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Campur tepung ketan dengan air daun pandan hingga kalis.<\/li>\n<li>Ambil sedikit adonan, pipihkan dan isi dengan gula merah, bulatkan.<\/li>\n<li>Rebus air dalam panci, masukkan klepon hingga mengapung.<\/li>\n<li>Angkat dan gulingkan di kelapa parut yang sudah dicampur garam.<\/li>\n<li>Sajikan klepon dalam keadaan hangat.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>3. Ongol-ongol Ketan<\/h3>\n<p><strong>Bahan-bahan:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>200 gram tepung ketan<\/li>\n<li>150 gram gula jawa, serut<\/li>\n<li>350 ml air<\/li>\n<li>1 lembar daun pandan<\/li>\n<li>Kelapa parut secukupnya, kukus dan tambahkan sedikit garam<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Cara Membuat:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Larutkan gula jawa dalam air, tambahkan daun pandan, rebus hingga gula larut.<\/li>\n<li>Saring dan campurkan dengan tepung ketan, aduk rata.<\/li>\n<li>Tuangkan campuran ke dalam loyang, kukus selama 30 menit.<\/li>\n<li>Setelah matang, potong-potong dan gulingkan dalam kelapa parut.<\/li>\n<li>Ongol-ongol siap dinikmati.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Tips Memasak Kue Ketan yang Baik<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Gunakan santan segar<\/strong>: Santan segar memberikan rasa gurih yang lebih kuat dibandingkan santan kemasan.<\/li>\n<li><strong>Pewarna Alami<\/strong>: Air pandan tidak hanya memberikan warna hijau tapi juga aroma harum yang menambah rasa pada kue.<\/li>\n<li><strong>Pengadukan yang Rata<\/strong>: Aduk adonan hingga rata agar hasilnya lembut dan tidak keras.<\/li>\n<li><strong>Sajikan Segar<\/strong>: Kue dari tepung ketan paling enak dinikmati selagi segar untuk menjaga teksturnya yang kenyal.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Resep kue tradisional dari tepung ketan yang dikukus ini tidak hanya mudah diikuti tetapi juga menawarkan rasa asli yang bisa membawa<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Kue Tradisional: Kreasi Kue dari Tepung Ketan yang Dikukus Kue tradisional Indonesia memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya tetap eksis&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[514],"class_list":["post-949","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-kue-dari-tepung-ketan-yang-dikukus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ayamgeprekmaryam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/949","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ayamgeprekmaryam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ayamgeprekmaryam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayamgeprekmaryam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayamgeprekmaryam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=949"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ayamgeprekmaryam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/949\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":951,"href":"https:\/\/ayamgeprekmaryam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/949\/revisions\/951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ayamgeprekmaryam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=949"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayamgeprekmaryam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=949"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayamgeprekmaryam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=949"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}